7 Makanan Paling Ekstrem Di China Yang Bisa kalian Nikmati

Makanan Paling Ekstrem Di China Yang Bisa kalian Nikmati – China memang punya kebiasaan masakan yang luhur, tidak heran sekiranya diketahui sampai ke segala dunia. Tapi negara ini juga gudangnya situs depo 25 bonus 25 makanan ekstrem, antara lain aneka kuliner dari daging anjing dan kucing ketika Festival Yulin yang menjadi pemberitaan dunia. Tidak cuma anjing dan kucing yang dipakai dalam masakan tradisional China. Kodok, laba-laba, keledai hidup, buaya, dan ular juga diolah menjadi kuliner yang katanya berguna seperti obat.

Makanan Paling Ekstrem Di China

Penasaran masakan ekstrem apa saja yang dapat dijumpai di China? Berikut ini sebagian di antaranya.

Hotpot daging anjing

Gambar di atas yakni sejenis hotpot yang diwujudkan dari daging anjing di tempat Guilin. Seperti dikenal bersama, konsumsi daging anjing yaitu komponen dari kultur China semenjak berabad-abad lalu. Daging anjing dianggap mempunyai khasiat obat, antara lain dapat menghangatkan tubuh di musim dingin.

Sebetulnya perdagangan daging anjing untuk keperluan konsumsi telah dilarang oleh pemerintah China. Tetapi larangan sah pemerintah tidak membikin kultur makan daging anjing luntur. Tiap-tiap tahun, jutaan anjing dan kucing diperdagangkan dan disembelih untuk keperluan slot gacor gampang menang konsumsi. Jumlah ini memuncak ketika Festival Yulin di mana warga China berpesta pora dengan menyantap daging anjing dan kucing.

Hasma

Potongan makanan serupa jeli putih di dalam gambar yakni hasma, kadang disebut juga harsmar dan hashima. Hasma yakni bahan makanan tradisional China yang terbuat dari saluran rahim kodok, lebih-lebih kodok rumput Asia betina (Rana chensinensis) yang dicokok memasuki musim semi. Kodok seperti ini konon mempunyai jaringan lemak tebal yang dibutuhkan untuk reproduksi ketika musim semi.

Hasma banyak diproduksi di tempat Heilongjiang, Jilin. Lazimnya saluran rahim kodok ini dipasarkan dalam kondisi kering dan telah dipotong-potong. Teksturnya kenyal seperti jelly sekiranya telah direndam dalam air, tapi masih menyisakan sedikit bau anyir. Sebab itu umumnya disampaikan dengan pepaya atau dibuat bahan campuran sup manis, dipadukan dengan jujube (sejenis kurma merah khas China), buah lengkeng, atau biji teratai. Hasma umumnya juga menjadi bahan utama San xue Tang atau ‘sup tiga salju’ yang terdiri dari pir China dan jamur salju.

Huo Jia Lu

Berdasarkan Cracked, huo jia lu yakni hidangan asal China yang berarti ‘keledai hidup’. Keledai yang masih hidup dipegangi dan diikat kakinya. Kemudian tanpa disembelih terpenting dulu, daging keledai dipotong-potong dan disampaikan.

Ada juga ragam huo jia lu yang lebih kejam, adalah jiao lu rou. Untuk menyiapkan hidangan ini, keledai dikuliti hidup-hidup, kemudian disiram air mendidih sampai dagingnya matang.

Startup Asal Australia Buat Bakso Raksasa dengan Rekayasa DNA Mamut yang telah Punah
Entah apa alasan di balik cara pengolahan yang kejam ini. Yang pasti, bagus huo jia lu ataupun jiao lu rou bukan termasuk kuliner yang bakal dihidangkan di kafe atau kedai makanan China.

Cakar buaya

Hidangan yang satu ini memang lebih gampang ditemui di Singapura. Tapi kuliner cakar buaya berakar dari masakan China. Di China sendiri, ada sebagian kafe yang khusus mempersembahkan hidangan dari daging reptil seperti ular dan buaya.

Berdasarkan Catherine Ling, reporter CNN Travel, kaki buaya mempunyai rasa yang luar umum. Dagingnya seperti perpaduan teripang dan ayam, sementara kulitnya lunak dan lembut seperti supaya-supaya.

Daging buaya ini diandalkan membawa aneka manfaat untuk kesehatan, antara lain meningkatkan metabolisme, vitalitas, kekebalan, dan gairah seksual. Konon dapat juga menyembuhkan penyakit asma.

Laba-laba goreng

Berdasarkan laporan Goats on The Road, laba-laba berukuran besar yang digoreng yaitu jajanan pinggir jalan yang cukup populer di Huangzhou. Laba-laba berukuran besar yang masih utuh ditusuk menerapkan lidi, kemudian digoreng hingga kering.

Tidak hanya laba-laba, kalajengking, belalang, kaki seribu, tokek, dan kepting utuh juga dipasarkan dengan sistem yang sama. Makanan seperti ini juga dapat ditemui di pasar jajanan Beijing dan kota-kota lainnya. Berani mencoba?

Guilinggao

Pada dasarnya yakni jeli yang terbuat dari tepung kura-kura. Warnanya hitam pekat dan disampaikan dalam kondisi dingin. Sekilas kelihatan seperti cincao hitam dari Indonesia.

Berdasarkan kebiasaan, guilinggao diwujudkan dari cangkang komponen bawah kura-kura dari spesies Cuora trifasciata. Diklaim bagus untuk kecantikan kulit, membetulkan fungsi ginjal, dan mengurangi jerawat. Tetapi harga kura-kura ini sungguh-sungguh mahal. Jadi kebanyakan guilinggao yang dipasarkan di pasaran ketika ini diwujudkan dari kura-kura tipe lain yang lebih relatif murah. Kadang guilinggao bahkan tak menerapkan kura-kura sama sekali, tapi diganti dengan bahan-bahan lain yang mempunyai khasiat sama.

Sup yang diolah dari daging ular yaitu makanan penghangat tubuh ketika musim dingin. Masakan yang satu ini cukup digemari warga Hong Kong dan dianggap sebagai hidangan mewah. Lazimnya disampaikan di kafe yang khusus mempersembahkan daging reptil segar di tempat Kowloon. Pelanggan dapat memilih sendiri ular hidup yang disediakan dari sangkar, kemudian juru masak akan memotong, menguliti, dan mengolah dagingnya menjadi bermacam hidangan.

Sup ular diwujudkan dari daging ular yang telah disuwir-suwir. Konon rasanya lezat seperti daging ayam. Kecuali itu dianggap mempunyai khasiat yang lebih tinggi ketimbang daging lainnya.